Ekonomi adalah salah satu materi penting dalam ujian SMA. Penguasaan Ekonomi sangat menentukan skor akhir kamu.
Halaman ini berisi contoh soal Ekonomi lengkap dengan pembahasan, tips strategi pengerjaan, dan link ke tryout penuh untuk simulasi ujian yang lebih realistis.
Sample
Contoh Soal Ekonomi
Berikut 5 contoh soal Ekonomi yang sering keluar di ujian SMA. Lengkap dengan pembahasan langsung di halaman ini.
#1 Soal Contoh Sedang Tingkat
Produk Domestik Bruto (PDB) sebuah negara sebesar Rp100 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp10 triliun dihasilkan oleh faktor produksi milik warga negara asing di dalam negeri. Sementara itu, faktor produksi milik warga negara tersebut di luar negeri menghasilkan Rp10 triliun. Besar Produk Nasional Bruto (PNB) negara tersebut adalah ....
ARp80 triliun
BRp90 triliun
CRp100 triliun
DRp110 triliun
ERp120 triliun
Pembahasan
PNB = PDB + pendapatan faktor produksi warga negara di luar negeri - pendapatan faktor produksi asing di dalam negeri. Jadi, PNB = Rp100 triliun + Rp10 triliun - Rp10 triliun = Rp100 triliun. Jawaban yang benar adalah C.
#2 Soal Contoh Sedang Tingkat
Kebijaksanaan devaluasi tidak akan berhasil memperbaiki neraca pembayaran yang defisit apabila ...
AElastisitas ekspor > elastisitas impor
BElastisitas ekspor + elastisitas impor < 1
CElastisitas ekspor < elastisitas impor
DElastisitas ekspor + elsatisitas impor > 1
EElastisitas ekspor = elasisitas impor
Pembahasan
Kebijaksanaan penurunan nilai perbandingan uang sendiri secara resmi terhadap uang asing disebut dengan kebijaksanaan Devaluasi. Hal demikian dilakukan untuk meningkatkan ekspor dan menurunkan impor dengan harapan cadangan devisa akan meningkat. Tetapi hal ini tidak akan berhasil apabila elastisitas ekspor + elastisitas impor < 1 (kondisi Marshall-Lerner tidak terpenuhi).
#3 Soal Contoh Sedang Tingkat
Petunjuk A: dipergunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai 15.
Selama bulan Juli 2003, suatu perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 25.000.000,00. Pemilik melakukan pengambilan prive sebesar Rp 1.300.000,00. Pada tanggal 1 Juli 2003 uang perusahaan ini berjumlah Rp 6.000.000,00. Pada tanggal 31 Juli 2003 modal berjumlah Rp 17.000.000,00 dan utangnya berjumlah Rp 6.000.000,00. Jumlah biaya selama bulan Juli 2003 adalah...
ARp.18.700.000,00
BRp.18.300.000,00
CRp.15.300.000,00
DRp.12.700.000,00
ERp.12.300.000,00
Pembahasan
Mencari modal awal: Harta = Utang + Modal. Pada 1 Juli, harta = uang Rp6.000.000,00 (asumsi tidak ada aset lain). Maka modal awal = harta - utang = 6.000.000 - 0? Soal tidak menyebut utang awal. Asumsi utang awal = 0? Atau gunakan data akhir: Harta akhir = Modal akhir + Utang akhir = 17.000.000 + 6.000.000 = 23.000.000. Perubahan harta = pendapatan - biaya - prive? Tidak langsung. Cara lain: Modal akhir = Modal awal + Pendapatan - Biaya - Prive. Modal awal tidak diketahui. Dari data: Harta awal = uang 6.000.000 (asumsi tidak ada utang awal), maka modal awal = 6.000.000. Maka Biaya = Modal awal + Pendapatan - Modal akhir - Prive = 6.000.000 + 25.000.000 - 17.000.000 - 1.300.000 = 12.700.000. Jawaban D.
#4 Soal Contoh Sedang Tingkat
Petunjuk A: dipergunakan dalam menjawab soal nomor 1 sampai 16
Pada tingkat pendapatan sebesar Rp1.000.000,00, pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar Rp1.300.000,00. Ketika pendapatan meningkat menjadi Rp1.250.000,00, pengeluaran konsumsi rumah tangga juga meningkat menjadi Rp1.500.000,00. Berdasarkan informasi tersebut, maka rumah tangga akan mencapai titik impas (break even point) pada tingkat pendapatan sebesar...
ARp 625.000,00
BRp 1.250.000,00
CRp 1.400.000,00
DRp 1.5000.000,00
ERp 2.550.000,00
Pembahasan
Diketahui: Y1 = 1.000.000, C1 = 1.300.000; Y2 = 1.250.000, C2 = 1.500.000. Fungsi konsumsi: C = a + bY. b = (C2 - C1)/(Y2 - Y1) = (1.500.000 - 1.300.000)/(1.250.000 - 1.000.000) = 200.000/250.000 = 0,8. Substitusi: 1.300.000 = a + 0,8(1.000.000) → a = 500.000. Jadi C = 500.000 + 0,8Y. Break even: Y = C → Y = 500.000 + 0,8Y → 0,2Y = 500.000 → Y = 2.500.000. Namun tidak ada opsi Rp2.500.000,00. Periksa kembali: mungkin break even point adalah saat tabungan = 0, yaitu Y = C. Dengan fungsi konsumsi di atas, Y = 500.000 + 0,8Y → 0,2Y = 500.000 → Y = 2.500.000. Opsi terdekat adalah E (Rp2.550.000,00) tetapi tidak tepat. Kemungkinan ada kesalahan data atau interpretasi. Berdasarkan opsi yang ada, kunci D (Rp1.500.000,00) tidak sesuai perhitungan. Mohon periksa kembali soal.
#5 Soal Contoh Sedang Tingkat
Proses meningkatnya investasi sebagai akibat dari kenaikan konsumsi disebut efek ....
Amultiplier
Baccelerator
Cexpansion
Dindustrialization
Emodernization
Pembahasan
Efek akselerator menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi atau permintaan mendorong perusahaan menambah kapasitas produksi sehingga investasi meningkat. Jawaban yang benar adalah B.
Mau soal lebih banyak? Kerjakan tryout penuh dengan 11+ soal Ekonomi lengkap.