Seorang wanita 30 tahun datang ke poliklinik Rumah Sakit mengeluhkan sesak sering kambuh dalam 2 bulan terakhir. Keluhan sesak dirasakan setiap hari dan mengganggu aktivitas pasien. Pasien juga terbangun malam sekitar 1-2 kali dalam seminggu karena sesak. Riwayat penyakit asma diakui pasien dan pasien biasanya minum obat salbutamol 3x2 mg setiap hari. Pemeriksaan tanda vital TD 122/84, HR 92, RR 24, SpO2 99%, dan T 36,8. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan wheezing pada kedua lapang paru pasien. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan FEV1 pasien 65% prediksi. Manakah tatalaksana pengendali gejala yang paling sesuai untuk kasus di atas?
- ASalbutamol inhalasi + Prednisone oral
- BFormoterol inhalasi + Budesonide inhalasi
- CTiotropium inhalasi + Dexamethasone oral
- DIpratropium inhalasi + Fluticasone inhalasi
- ESalbutamol inhalasi + Cetirizine oral
Pembahasan
Tatalaksana pengendali gejala yang paling sesuai untuk wanita 30 tahun dengan riwayat asma, sesak yang sering kambuh setiap hari, gangguan aktivitas, terbangun malam 1-2 kali seminggu, serta hasil spirometri FEV1 65% prediksi adalah pemberian kombinasi formoterol inhalasi (bronkodilator long-acting beta-agonist) dan budesonide inhalasi (kortikosteroid inhalasi). Kombinasi ini efektif mengontrol inflamasi saluran napas dan mengurangi bronkokonstriksi, sehingga membantu menurunkan frekuensi dan keparahan serangan asma serta meningkatkan fungsi paru. Penggunaan kombinasi ini merupakan pilihan utama dalam pengendalian asma sedang hingga berat yang tidak terkontrol dengan bronkodilator cepat kerja saja.
